MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

14 Juli 2021,    20:29 WIB

KPAI Harapkan Orangtua Ijinkan Anaknya Vaksin


lian

KPAI Harapkan Orangtua Ijinkan Anaknya Vaksin

Komisioner KPAI

Jakarta-mediaindonesianews.com: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2021, hal ini  dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya anak-anak yang terinfeksi Covid-19.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan pemberian vaksinasi anak ini cukup efektif karena melibatkan satuan pendidikan dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Ada sinergi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan di daerah. Pihak sekolah bertugas melakukan pendataan anak usia 12-17 tahun yang bisa di vaksin, lalu dilaporkan kepada Dinas Pendidikan setempat.

“Pada jenjang SMA/SMK sebagian peserta didik ternyata ada yang sudah di vaksin, yaitu yang usianya sudah 18 tahun. Ada juga sebagian peserta didik yang tidak bisa divaksin karena kondisinya sedang tidak sehat dan ada juga peserta didik yang sedang isolasi mandiri, bahkan ada yang sedang di rawat di rumah sakit karena covid”, ujarnya, Selasa (13/7).

Lebih lanjut Retno mengatakan bahwa, KPAI mendatangi sejumlah sekolah yang menjadi tempat pemberian vaksin anak di wilayah DKI Jakarta. Pemberian vaksin berjalan lancar, tertib dan tidak ada penumpukan. Peserta didik diundang pihak sekolah secara bergelombang per tingkatan kelas, jadi jumlahnya dibatasi setiap harinya, bahkan ada sekolah yang hanya menjadwalkan 50 siswa per hari dan dijalankan sesuai Prokes.

“Nyaris tak ada penolakan vaksin anak di sejumlah sekolah yang didatangi KPAI, bahkan kehadiran peserta didik yang akan divaksin mencapai 80%, kalaupun tidak hadir lebih dikarenakan kondisi kesehatan anak. Ada juga yang hadir, namun saat di screening sedang dalam kondisi tidak bisa di vaksin. Memang perlu kejujuran orangtua terkait kondisi kesehatan anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”, kata Retno.

Menurut Retno, saat KPAI mewawancarai orangtua saat mendampingi vaksinasi menyatakan alasannya menginginkan anaknya divaksin agar anak memiliki kekebalan dari virus corona, aman mengikuti Pembelajar Tatap Muka (PTM), agar anak bergejala ringan ketika tertular covid-19  dan ingin sekolah segera dibuka karena Pembelejaran jarak jauh (PJJ) dinilai kurang efektif.

Insiden Kecil Di Bali Usai Siswa Di Vaksin

Terkait dengan insiden yang mewarnai program vaksin anak di SMPN 1 Sukawati, Bali pada Senin (5/7), dimana seorang siswi  kelas IX tampak pingsan usai memperoleh suntik vaksin dan siswa SMPN 1 Banjarankan yang mendadak lemas hingga terjatuh usai menjalani observasi pasca mendapat suntikan vaksi Covid-19

Dalam keterangnnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra membenarkan bahwa ada satu orang siswi SMPN 1 Sukawati yang pingsan usai divaksin dikarenakan trauma dan takut menjalani vaksinasi. Sebab, apabila ada keluhan medis tentunya sudah diketahui oleh petugas kesehatan yang melakukan screening sebelum anak itu divaksin. Kondisi Siswi yang pingsan itu, saat ini sudah membaik.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali, I Made Ariasa sudah mendatangi sekolah kedua anak tersebut untuk meminta penjelasana dan kronologi kejadiannya. KPAD juga sudah memastikan bahwa kondisi anak sehat dan stabil. Kedua anaknya juga dalam pemantauan satgas vaksin setempat. (LIAN)