MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

26 Februari 2021,    01:56 WIB

Transfer of Authority Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat di Kongo


ipungs

Transfer of Authority Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat di Kongo

Transfer of Authority Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat di Kongo

Kongo-mediaindonesianews.com: Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-B MONUSCO tahun 2020 Kolonel Inf Daniel Lumbanraja melaksanakan serah terima Otoritas Kendali Operasional / Transfer of Authority (ToA) kepada Kolonel Inf Sandi Kamidianto sebagai Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C MONUSCO tahun 2021.

Transfer of Authority Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat di Kongo

Upacara serah terima tersebut dipimpin oleh Inspektur Upacara, Wakil Komandan Sektor Selatan (Deputy Commander of Southern Sector) Kolonel Inf Muhammad Saqib Mushtaqi, bertempat di Lapangan Sudirman, Sukarno Camp Indo RDB, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Rabu (24/2).

Dalam sambutannya, DC of Southern Sector menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit Satgas BGC XXXIX-B MONUSCO yang dipimpin oleh Kolonel Inf Daniel Lumbanraja atas kinerjanya yang dicapai dengan zero accident, dan harapan besar kepada Komandan Satgas TNI BGC XXXIX-C MONUSCO untuk mampu menghadapi tantangan yang lebih besar untuk mencapai tujuan utama satgas MONUSCO.

"Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh prajurit batalyon BGC XXXIX-B MONUSCO atas pelaksanaan tugas selama ini, kalian telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo ", ungkapnya.

Transfer of Authority Komandan Satgas Batalyon Gerak Cepat di Kongo

ToA dilaksanakan secara simbolis dengan menyerahkan Pataka Bendera PBB dan Tongkat Komando dari Kolonel Inf Daniel Lumbanraja kepada Kolonel Inf Sandi Kamidianto.

Adapun personel Satgas BGC XXXIX-C MONUSCO yang akan menjalankan mandat misi perdamaian ini berjumlah 850 prajurit yang terdiri dari gabungan prajurit TNI AD, TNI AL, dan TNI AU termasuk di dalamnya terdapat 47 Srikandi Wanita TNI.