MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

10 Maret 2026,    23:00 WIB

Diskusi Hari Perempuan Internasional di TIM Angkat Beragam Tantangan Perempuan di Indonesia


Fathan

Diskusi Hari Perempuan Internasional di TIM Angkat Beragam Tantangan Perempuan di Indonesia

Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sejumlah organisasi masyarakat sipil menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/3). Kegiatan yang diinisiasi Aliansi Perempuan Indonesia (API) tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, akademisi, dan perwakilan organisasi perempuan.

Diskusi yang berlangsung pukul 12.00 hingga 17.00 WIB itu mengangkat tema “Memberi untuk Menerima: Politik Reproduksi Sosial Perempuan untuk Peradaban Bangsa”. Forum dibagi dalam tiga sesi yang membahas berbagai isu terkait perempuan, mulai dari kekerasan berbasis gender, kesehatan reproduksi, hingga kondisi pekerja perempuan di Indonesia.

Dalam pembukaan acara, pembawa acara Sari Ayu menyampaikan bahwa forum diskusi tersebut bertujuan menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan. Menurutnya, diskusi publik menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu kesetaraan dan perlindungan perempuan.

Salah satu pembicara dari organisasi Samsara, Ika Ayu, menyoroti pentingnya akses terhadap layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan. Ia menilai layanan kesehatan reproduksi perlu dipahami sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan perempuan secara menyeluruh.

Isu ketenagakerjaan juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Aktivis JALA PRT, Jumisih, menyampaikan bahwa pekerja rumah tangga masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain jam kerja yang panjang serta tingkat upah yang rendah. Ia juga menyinggung pentingnya regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga.

Sementara itu, perwakilan organisasi Arus Pelangi, Eca Waode, menyoroti persoalan kekerasan dan diskriminasi yang dialami sebagian kelompok masyarakat dengan keragaman gender. Ia berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak untuk mendorong perlindungan terhadap kelompok rentan.

Dalam sesi lain, perwakilan masyarakat Pulau Pari, Aas, menyampaikan pandangan terkait dampak kebijakan pembangunan terhadap masyarakat pesisir. Ia menilai kebijakan pengelolaan sumber daya alam perlu mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya tersebut.

Menutup kegiatan, perwakilan Perempuan Mahardhika, Mutiara, menyampaikan bahwa diskusi semacam ini penting untuk memperkuat jaringan gerakan perempuan serta membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi perempuan di Indonesia.

Peringatan Hari Perempuan Internasional yang digelar di TIM tersebut menjadi forum pertukaran pandangan dari berbagai organisasi masyarakat sipil mengenai isu perlindungan perempuan, kesehatan reproduksi, ketenagakerjaan, serta dampak kebijakan pembangunan terhadap kehidupan perempuan di berbagai sektor. (FF)