BREAKING NEWS
istimewa
Jogjakarta-Mediaindonesianews.com: Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Paguyuban BUMDES Indonesia - Gerakan Pembangunan Masyarakat Desa (PBI Gerbang Massa) sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui kolaborasi sektor swasta dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum ASPRINDO, Jose Rizal, bersama Ketua Umum PBI Gerbang Massa, Sariyanta, di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/2). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PBI Gerbang Massa se-Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Jose Rizal menyatakan kerja sama ini menjadi langkah awal penguatan ekonomi desa melalui program Kampung Industri yang diinisiasi ASPRINDO. Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha nasional dan pengelola BUMDes akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput.
“Pelaku usaha desa akan berkolaborasi dengan pengusaha anggota ASPRINDO yang relatif lebih berpengalaman, sehingga bersama-sama dapat menggeliatkan dan menguatkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya kepada awak media.
Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah fokus kerja sama, di antaranya transfer pengetahuan dan alih teknologi melalui pendampingan manajerial agar pengelolaan BUMDes lebih profesional dan memiliki tata kelola yang baik. Selain itu, pemberdayaan UMKM desa akan diperkuat dengan mendorong produk unggulan desa masuk ke dalam rantai pasok industri yang tergabung dalam jaringan ASPRINDO.
Kerja sama juga mencakup perluasan akses pasar dan digitalisasi pemasaran. Melalui jejaring pengusaha ASPRINDO, produk BUMDes diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga ekspor dengan dukungan offtaker sebagai penghubung ke pasar modern.
ASPRINDO dan PBI Gerbang Massa juga membuka peluang investasi inklusif berbasis desa yang diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jose Rizal menegaskan, penandatanganan MoU ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik awal implementasi program konkret dalam membangun ekonomi berbasis desa.
“Dengan membangun ekonomi desa, akan terbangun ekosistem ekonomi yang kuat berbasis kerakyatan dan pengusaha lokal,” katanya.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendorong model pembangunan ekonomi dari pinggiran dengan memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan entitas usaha desa.***