BREAKING NEWS
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Asosiasi Penguasa Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menggelar zikir dan doa bersama menyambut tahun baru di Graha Jorindo, Jalan Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (1/1). Doa dipanjatkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera, khususnya Aceh, yang dilaporkan telah merenggut lebih dari seribu nyawa, sekaligus memohon kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak banjir bandang.
Sekretaris Jenderal Asprindo, Ana Mustamin, mengatakan kegiatan zikir dan doa bersama merupakan agenda tahunan yang digagas Ketua Umum Asprindo Jose Rizal. Selain doa, acara juga diisi hiburan sebagai ajang silaturahmi yang melibatkan pekerja Jorindo Group, keluarga besar Asprindo, para sahabat, anggota Asprindo, serta masyarakat sekitar.
“Acara utamanya memang doa dan zikir. Hiburan digelar agar keluarga besar Jorindo Group, relasi, sahabat, dan masyarakat sekitar bisa bersilaturahmi dan bergembira bersama,” ujar Ana.
Ana berharap kebersamaan tersebut menjadi awal yang baik dalam menjalani tahun 2026. Ia juga menyoroti kondisi perekonomian nasional pascabencana ekologis di tiga provinsi Sumatera.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis yang selaras antara target dan implementasi di lapangan.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen. Namun, saya belum melihat kesesuaian antara yang diucapkan dan yang dilakukan di lapangan. Saya menaruh harapan besar kepada Menteri Keuangan Purbaya agar menyusun kebijakan dan program yang lebih memihak masyarakat kecil serta pelaku UMKM,” katanya.
Lebih lanjut, Ana menegaskan pembangunan akan berdampak optimal bila dimulai dengan melibatkan masyarakat menengah ke bawah dan pengusaha lokal skala kecil untuk membentuk ekosistem usaha yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Jika hanya melibatkan pelaku usaha besar atau berdampak pada segelintir orang, ekonomi memang bisa tercatat meningkat, tetapi daya beli masyarakat tetap lemah,” ujarnya.
Ana juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan berbasis kajian sains guna mencegah dampak lingkungan yang berujung pada kerusakan ekosistem dan bencana ekologis.
“Pengusaha harus berinovasi, namun pemerintah wajib menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan agar manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh rakyat secara berkeadilan,” pungkasnya. (ips)