BREAKING NEWS
Istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Ratusan truk pengangkut sampah memadati kawasan Renon, Denpasar, tepat di depan Kantor Gubernur Bali, Selasa (23/12). Aksi tersebut menyebabkan lalu lintas tersendat dan menarik perhatian publik karena truk-truk sampah berjejer panjang menyerupai “lautan sampah”.
Aksi unjuk rasa ini digelar Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Berdasarkan data panitia aksi, sedikitnya 525 truk sampah dari berbagai kabupaten dan kota di Bali terlibat dalam demonstrasi tersebut.
Pantauan di lokasi, aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dan unsur pengamanan lainnya disiagakan di sekitar pintu masuk Kantor Gubernur Bali guna menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dan berjalan kondusif.
Dalam aksinya, Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Mereka mendesak agar penutupan TPA Suwung ditunda hingga tersedia tempat pemrosesan akhir pengganti atau solusi pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau sistem Waste-to-Energy (WTE).
Selain itu, massa juga meminta perbaikan akses jalan menuju TPA Suwung yang dinilai rusak parah serta pengaturan keluar-masuk armada sampah agar lebih tertib. Pengaturan tersebut diharapkan berlaku bagi seluruh armada, baik milik dinas, hibah, maupun swakelola, sesuai kesepakatan yang sebelumnya dibahas di Kantor Wali Kota.
Aksi ratusan truk sampah ini menegaskan masih krusialnya persoalan pengelolaan sampah di Bali. Rencana penutupan TPA Suwung tanpa solusi pengganti yang matang dikhawatirkan dapat memicu krisis sampah di Pulau Dewata. Pemerintah Provinsi Bali pun didesak segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan guna memastikan sistem pengelolaan sampah tetap berjalan optimal. (JroBudi)