BREAKING NEWS
istimewa
Buleleng-Mediaindonesianews.com: PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Holding Company menggelar sosialisasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Minggu (7/12). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran TNI, perwakilan Kementerian Kominfo, investor asing, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta unsur pemerintah lainnya.
Direktur Utama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung, RA Ambarawati Kenconowungu, menegaskan bahwa pembangunan KEK di wilayah Buleleng akan berlandaskan konsep Tri Hita Karana, sebagai filosofi utama dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Tri Hita Karana merupakan konsep pembangunan yang selalu memperhatikan Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan agar pembangunan berjalan secara holistik, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas,” ujar Ambarawati.
Ia menjelaskan bahwa KEK ini akan menjadi kawasan terpadu yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, pendidikan, hingga pusat ekonomi kreatif. Proyek ini juga dirancang dilengkapi fasilitas strategis seperti bandara, pelabuhan kapal pesiar, serta zona komersial yang mengintegrasikan budaya lokal dan teknologi modern.
Menurut Ambarawati, pembangunan KEK Buleleng telah mendapat dukungan dari berbagai kementerian, termasuk rekomendasi teknis dari pemerintah pusat.
“Proyek ini lahir dari visi besar untuk menghadirkan Bali Utara ke panggung global, dan kami menjalin sinergi erat dengan komunitas serta tokoh lokal,” ujarnya.
Kepala Desa Pejarakan, I Made Astawa, menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia berharap KEK dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah. Astawa juga menyatakan bahwa warganya siap menyambut rencana pembangunan bandara, selama memberi manfaat nyata bagi desa dan lingkungan sekitarnya.
Acara sosialisasi turut dihadiri Komisaris PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung I Gede Pasek Wijaya B SH, Komisaris Utama Ir. I Gusti Ngurah Bagus Mudita, serta jajaran direksi lainnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju realisasi KEK Buleleng yang digadang-gadang sebagai kawasan ekonomi baru di Bali Utara dengan orientasi global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal. (JroBudi)