BREAKING NEWS
Istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Polemik pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung kembali memanas setelah Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali resmi menyerahkan hasil rekomendasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Namun, hingga kini, isi rekomendasi tersebut masih dirahasiakan.
Ketua Pansus TRAP, I Made Supartha, membenarkan bahwa seluruh hasil pembahasan telah diserahkan kepada Gubernur secara tertutup.
“Sudah kami serahkan semuanya ke Pak Gubernur. Tapi untuk sementara, hasilnya masih tertutup dulu. Katanya nanti ada kejutan, tinggal tunggu waktunya,” ujarnya, Rabu (12/11).
Meski enggan membeberkan isi rekomendasi secara rinci, Supartha memberi sedikit bocoran bahwa lokasi pembangunan lift kaca dinilai berisiko tinggi karena berada di area jurang curam dan tebing pantai. Ia juga menyebut adanya indikasi kuat pelanggaran terhadap regulasi tata ruang dan perizinan.
“Regulasinya kelihatan kok, orang di mana-mana juga sudah tahu itu melanggar,” katanya.
Namun ketika ditanya apakah Pansus merekomendasikan pembongkaran proyek, Supartha memilih bungkam.
“Nggak tahu, biar eksekutif saja. Sudah sepakat tertutup,” singkatnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga masih menutup rapat informasi terkait isi rekomendasi tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa keputusan akhir masih dalam tahap pengkajian dan akan diumumkan “pada waktu yang tepat.”
“Tunggu saja, nanti supaya mengejutkan dikit,” ujar Koster.
Koster menegaskan, pemerintah provinsi baru bisa mengambil langkah tegas saat ini karena aturan mengenai penertiban bangunan ilegal baru diberlakukan. Ia juga memastikan tidak gentar terhadap tekanan atau ancaman dari pihak investor.
“Saya nggak takut. Saya nggak takut dengan siapa pun,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasional lift kaca dan arena bungee jumping di Pantai Kelingking masih ditutup sementara. Satpol PP tetap berjaga di dua titik lokasi untuk mengawasi aktivitas di sekitar area tersebut.
Masyarakat pun kini menunggu keputusan akhir dari Gubernur Bali terkait nasib proyek kontroversial yang sempat menuai sorotan publik ini. Apakah akan dibongkar, dilanjutkan, atau diberi izin ulang—semuanya masih menjadi tanda tanya besar. (JroBudi)