MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

10 November 2025,    22:24 WIB

Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida


JroBudi

Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida

istimewa

Klungkung-Mediaindonesianews.com: Proyek pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, kembali menuai sorotan tajam. Senator RI asal Bali, Niluh Djelantik, melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dinilainya tidak memahami kebutuhan dasar masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.

Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida

Kecaman Niluh muncul setelah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menyatakan bahwa kementeriannya akan mengawal pembangunan lift kaca agar sesuai dengan ketentuan dan ramah lingkungan. Pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari Niluh yang menilai dukungan tersebut tidak berdasar dan tidak sensitif terhadap kondisi riil di Nusa Penida.

“Ada apa dengan Kemenpar RI yang membuat pernyataan ini? Pahamkah kalian apa yang diinginkan turis saat berkunjung ke Nusa Penida? Apa yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku wisata di sana?” tulis Niluh melalui akun media sosial pribadinya.

Menurut Niluh, Kemenparekraf salah arah dalam menetapkan prioritas pembangunan pariwisata. Ia menilai bahwa masyarakat Nusa Penida lebih membutuhkan perbaikan akses jalan, ketersediaan air bersih, dermaga yang memadai, serta fasilitas publik dasar seperti toilet dan pengamanan tebing, bukan proyek lift kaca bernilai besar.

“Sudahkah kalian datang dan melihat sendiri kondisi jalan di Nusa Penida? Hancur! Di Kelingking, yang dibutuhkan itu railing aman, jalan aspal menuju parkiran, dan penjaga pantai — bukan lift kaca untuk foto-foto,” tegasnya.

Selain menyoroti persoalan prioritas, Niluh juga menilai proyek tersebut berpotensi mengancam lingkungan dan keaslian alam tebing Kelingking Beach yang menjadi daya tarik utama Nusa Penida.

“Sungguh disayangkan pernyataan kalian yang justru akan membawa Nusa Penida ke pintu kegelapan. Kalau mau bicara pembangunan, turun ke lapangan dulu, jangan dari balik meja,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenparekraf belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan Niluh Djelantik tersebut. Proyek lift kaca Kelingking sebelumnya telah menuai polemik di masyarakat, terutama dari kalangan pemerhati lingkungan dan pelaku pariwisata lokal yang khawatir akan dampak ekologis dan sosial dari pembangunan di kawasan tebing curam itu. (JroBudi)