BREAKING NEWS
istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Keikutsertaan Kabupaten Bangli dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta membuahkan hasil menggembirakan. Produk unggulan kopi Kintamani diserbu pengunjung hingga ludes terjual, sementara produk bambu masih menghadapi tantangan pada sisi kemasan dan pengiriman.
Penjaga stan kopi mengungkapkan, antusiasme pengunjung terhadap kopi Kintamani cukup tinggi. “Kopi sangat laris, banyak yang datang mencari. Bahkan ada buyer dari luar negeri yang tertarik,” ujarnya.
Meski begitu, beberapa pembeli memberi catatan terkait kualitas rasa yang belum maksimal, diduga karena proses petik merah dan pengeringan yang belum konsisten.
Sementara itu, produk bambu—khususnya lampu bambu (koling)—menarik banyak perhatian pengunjung. Namun, sebagian besar pembeli membatalkan transaksi karena ukuran produk besar dan tidak adanya kemasan yang memadai untuk pengiriman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin, yang turut memantau pameran, menyampaikan bahwa evaluasi akan segera dilakukan untuk menjaga kualitas kopi Kintamani yang sudah memiliki branding kuat.
“Yang kita dapatkan di pameran ini kita jadikan bahan evaluasi. Perlu duduk bersama antara petani, pebisnis, dan pemerintah untuk pembenahan ke depan, sehingga kopi Kintamani yang sudah punya branding dapat mempertahankan kualitasnya,” kata Nasrudin di lokasi pameran.
Terkait masalah kemasan produk bambu, Nasrudin menegaskan bahwa solusi sedang disiapkan. Pihaknya berencana menggandeng PT Pos dan Giro serta jasa ekspedisi lainnya untuk penyediaan kemasan dan layanan pengiriman produk bambu ke pasar nasional maupun internasional.
“Kalau peluang pasar bagus, hal itu bukan persoalan besar. Banyak jasa pengiriman yang bisa kita gandeng, tidak hanya PT Pos Giro,” tambahnya.
Di ajang TEI, lampu bambu ukuran kecil menjadi produk yang paling banyak dibeli, sementara produk bambu lainnya seperti sokasi (wadah sesaji) dengan motif khas Bali masih diminati untuk pasar lokal.
Keberhasilan kopi Kintamani dan tantangan produk bambu di TEI menjadi catatan penting bagi Pemkab Bangli untuk memperkuat daya saing UMKM daerah di pasar global. (JroBudi)