MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

13 Agustus 2025,    18:33 WIB

Aksi Demo Turunkan Bupati Pati Ricuh, Satu Mobil Polisi dan Lima Motor Dibakar Massa


Andi Z

Aksi Demo Turunkan Bupati Pati Ricuh, Satu Mobil Polisi dan Lima Motor Dibakar Massa

Foto: Penampakan mobil Polisi Usai di bakar para demonstran

PATI, Mediaindonesianews.com: Aksi unjuk rasa menuntut turunnya Bupati Pati, Jawa Tengah, berujung ricuh pada Rabu (13/8) siang. Kericuhan pecah setelah massa pendemo dan aparat kepolisian terlibat saling dorong di depan kompleks Kantor Bupati. Insiden itu mengakibatkan satu unit mobil patroli polisi dan lima sepeda motor diduga milik kepolisian dan satu unit Genzet milik Kantor Bupati Pati.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan massa mulai memadati area sekitar Alun-Alun Pati sejak pukul 07.00 WIB. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan pemberhentian Bupati Pati, Sudewo. Seruan tersebut dilatarbelakangi dugaan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat dan memicu gejolak ekonomi daerah.

Sekitar pukul 11.30 WIB, situasi mulai memanas ketika perwakilan massa gagal menemui langsung Bupati. Teriakan dan dorongan massa ke arah gerbang kantor memaksa polisi menambah barikade. Bentrokan pun tak terelakkan setelah beberapa orang melemparkan botol air dan batu ke arah aparat.

Di tengah kekacauan, sekelompok massa terlihat menyiram bensin ke sebuah mobil patroli yang terparkir di sisi timur alun-alun. Api cepat membesar dan melalap mobil tersebut, diikuti pembakaran lima unit sepeda motor yang diduga milik aparat kepolisian. Asap hitam pekat membumbung tinggi, memicu kepanikan di tengah kerumunan.

Aksi Demo Turunkan Bupati Pati Ricuh, Satu Mobil Polisi dan Lima Motor Dibakar Massa

Petugas dari Satuan Kriminal Polres Pati mengonfirmasi insiden tersebut. "Kami tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran. Tindakan ini sudah masuk ranah pidana dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang kaki lima di sekitar lokasi mengaku mengalami kerugian karena lapaknya rusak akibat kerusuhan. "Saya jualan minuman, tapi semua terbalik dan barang dagangan rusak saat massa berlarian," kata Siti (42), salah satu pedagang.

Hingga sore hari, aparat kepolisian dan TNI masih berjaga ketat di sekitar kantor bupati. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, namun bangkai kendaraan dibiarkan di lokasi sebagai barang bukti. Situasi berangsur kondusif meski ketegangan masih terasa di kalangan warga.

Pemerintah Kabupaten Pati belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan demonstran. Sementara itu, organisasi masyarakat sipil mendesak agar insiden ini menjadi momentum evaluasi kebijakan daerah sekaligus peringatan atas memburuknya hubungan antara pemerintah dan rakyat di Pati.