MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

13 Agustus 2025,    11:58 WIB

65 Ribu Warga Pati Tumpah Ruah Desak Pemberhentian Bupati Sudewo


Andi Z

65 Ribu Warga Pati Tumpah Ruah Desak Pemberhentian Bupati Sudewo

Para pendemo menuntut Bupati Pati, Sudewo mundur dari Jabatan

PATI-Mediaindonesianews.com - Gelombang massa terbesar dalam sejarah Kabupaten Pati terjadi pada Rabu (13/8/2025), ketika sekitar 65 ribu warga dari berbagai kecamatan memadati pusat kota untuk menuntut pemberhentian Bupati Pati, Sudewo.

Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini berpusat di alun-alun dan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Massa mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol kekecewaan, sambil membentangkan spanduk dan poster yang memuat tuntutan “Lengserkan Bupati Sudewo” serta “Pati Butuh Pemimpin Bersih”.

Koordinator lapangan aksi, Sugiyanto, mengatakan bahwa gerakan ini murni berasal dari keresahan warga yang menilai kepemimpinan Sudewo sarat kontroversi, mulai dari kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat hingga dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Ini bukan soal politik semata, ini soal nasib Pati. Kami ingin perubahan dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat,” tegas Sugiyanto di tengah kerumunan.

65 Ribu Warga Pati Tumpah Ruah Desak Pemberhentian Bupati Sudewo

Pengamanan aksi dilakukan oleh ribuan personel gabungan TNI-Polri untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Meski sempat terjadi dorong-mendorong di depan kantor bupati, situasi relatif kondusif berkat mediasi cepat pihak kepolisian.

Dalam orasinya, massa juga menuntut DPRD Kabupaten Pati segera menggelar sidang istimewa untuk membahas mosi tidak percaya kepada bupati. Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis mahasiswa turut menyampaikan pidato yang mengkritik keras kebijakan pemerintah daerah selama dua tahun terakhir.

Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dengan tertib. Para peserta berencana menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera direspons. Pati kini memasuki babak krusial dalam dinamika politik lokal, dengan sorotan publik dan media nasional yang terus meningkat.