MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

09 Agustus 2025,    19:01 WIB

Upacara Nyadnya Massal Bebalang: Ringankan Beban, Satukan Umat dalam Rangkaian Sakral


Jro Budi

Upacara Nyadnya Massal Bebalang: Ringankan Beban, Satukan Umat dalam Rangkaian Sakral

I Nyoman Ardika

Bangli-Mediaindonesianews.com: Senyum dan rasa syukur tampak jelas di wajah puluhan umat yang berkumpul di Karang Suci, Kedhatuan Agung Alang Sanja, Bebalang, Bangli. Sebanyak 80 keluarga dari berbagai desa ikut ambil bagian dalam upacara Nyadnya massal, sebuah rangkaian ritual sakral untuk melunasi hutang bakti (Pitra Rna) kepada leluhur, yang kali ini digelar dengan biaya terjangkau dan kemudahan pelaksanaan.

Upacara Nyadnya Massal Bebalang: Ringankan Beban, Satukan Umat dalam Rangkaian Sakral

I Wayan Hartadiguna, warga Tambahan Tengah, Desa Jehem, mengaku lega.

“Kalau dilakukan sendiri, biayanya jauh lebih besar. Dengan cara ini, semua bisa terlaksana tanpa memberatkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan I Nyoman Ardika dari Dusun Umbala, Tembuku, yang mengapresiasi inisiatif penyelenggara.

Upacara Nyadnya Massal Bebalang: Ringankan Beban, Satukan Umat dalam Rangkaian Sakral

Upacara ini dipimpin oleh 36 sulinggih, dengan rangkaian yang sarat makna: mulai dari potong gigi massal, upacara Ngening di Tirta Bulakan—mata air suci yang dipercaya memberi kesucian batin—hingga pesiraman Ida Betara Sakti Pura Penataran Taman Bebalang. Puncak upacara Nyegara Gunung, yang melambangkan pertemuan gunung dan laut, akan digelar pada 13 Agustus 2025.

Dengan biaya sekitar Rp10 juta per keluarga, Nyadnya massal ini menjadi pilihan realistis bagi banyak umat. Ida Ratu Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun selaku Nyajamana Karya pun mendapat banyak ucapan terima kasih atas perannya menginisiasi kegiatan ini.

Lebih dari sekadar ritual, pelaksanaan Nyadnya massal di Bebalang tahun ini menjadi wujud gotong royong spiritual, di mana beban umat menjadi lebih ringan, namun kekhidmatan dan nilai-nilai adat tetap terjaga. (JroBudi)