BREAKING NEWS
Istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 resmi ditutup dengan catatan keberhasilan yang membanggakan. Selama sebulan pelaksanaan, ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian dan ekspresi seni tradisi Bali, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, Sabtu (19/7)
Dari pantauan Mediaindonesianews.com, ratusan pelaku UMKM memanfaatkan momentum PKB untuk menjajakan produk kuliner, kerajinan, hingga busana khas Bali. Beberapa di antaranya bahkan mencatatkan omzet fantastis.
I Nengah Susena, pedagang kuliner asal Gianyar, mengaku meraup omzet hingga Rp80 juta selama penyelenggaraan PKB. Sementara I Ketut Purnawan, pelaku UMKM dari Bangli, mengantongi omzet sebesar Rp185 juta dengan keuntungan mencapai 30 persen. Keduanya menyampaikan apresiasi atas fasilitas pameran gratis yang diberikan panitia, yang dinilai sangat membantu pengembangan usaha lokal.
Penutupan PKB XLVII juga diwarnai dengan penyerahan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada sembilan seniman berprestasi, serta pemberian hadiah dan sertifikat kepada 22 penerima lomba. Momentum ini sekaligus menandai pembukaan Festival Seni Bali untuk Anak Muda (FSBJ) ke-7, yang dibuka dengan pementasan kolaboratif dari Sanggar Seni Kokar Bali dan SMKN 3 Sukawati.
Acara penutupan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, anggota Forkopimda Bali, Bupati/Wali Kota se-Bali, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, tokoh adat, budayawan, sastrawan, komunitas seni, hingga masyarakat umum. Tampak pula kehadiran Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bangli memberikan dukungan penuh terhadap PKB dan FSBJ.
Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah dan komunitas budaya dalam menjaga eksistensi seni tradisional Bali di tengah tantangan modernisasi. PKB dan FSBJ kini dipandang sebagai strategi kultural yang efektif untuk memperkuat identitas budaya Bali sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif. (JroBudi)