MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

17 Juli 2025,    00:05 WIB

Petani Blora Kantongi Omzet Miliaran dari Kebun Kelengkeng


AndiZ

Petani Blora Kantongi Omzet Miliaran dari Kebun Kelengkeng

istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali mencatat prestasi gemilang di sektor pertanian. Kelompok Tani Moya Makmur di kawasan sempadan Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, sukses membalik stigma pertanian sebagai sektor marjinal. Hanya dalam satu musim panen, mereka mampu meraih omzet hingga Rp3 miliar dari hasil budidaya buah kelengkeng.

Petani Blora Kantongi Omzet Miliaran dari Kebun Kelengkeng

Keberhasilan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang menghadiri panen raya pada Rabu (16/7/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata bahwa sektor pertanian, jika dikelola dengan pendekatan modern dan berorientasi pasar, mampu menjadi pilar ekonomi daerah.

“Panen ini bukan hanya tentang hasil buah, tapi juga tentang hasil kerja keras, inovasi, dan keberanian untuk berubah. Ini adalah panen kesejahteraan,” ujar Bupati Arief di hadapan para petani.

Lahan yang dikelola kelompok tersebut berada di bawah pengawasan KPH Mantingan dan termasuk dalam kawasan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Tercatat ada sekitar 1.000 pohon kelengkeng yang ditanam di area tersebut. Dengan produktivitas rata-rata mencapai 100 kilogram per pohon dan harga jual pasar sekitar Rp30 ribu per kilogram, potensi pendapatan dalam satu musim panen mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Kesuksesan ini tak lepas dari program strategis Pemkab Blora bertajuk Gerbang Blora (Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara), yang diluncurkan oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4). Program ini tidak hanya memberikan bibit unggul kepada petani, tetapi juga pendampingan teknis, serta dukungan akses pasar yang luas.

“Kami ingin para petani tidak lagi terpaku pada pola lama. Dengan pendekatan hortikultura dan manajemen modern, petani bisa memperoleh penghasilan yang jauh lebih layak dan berkelanjutan,” tegas Bupati.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menjaga keberlanjutan pertanian ramah lingkungan. Kolaborasi antara Perhutani, BBWS, Dinas PUPR, hingga Bapperida, disebutnya sebagai kunci agar pengembangan pertanian tidak berbenturan dengan agenda konservasi.

Panen raya kelengkeng ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor pertanian Blora. Jika sebelumnya daerah ini dikenal sebagai lumbung pangan konvensional, kini Blora mulai diperhitungkan sebagai sentra hortikultura unggulan nasional, terutama untuk komoditas buah kelengkeng.

“Kami tidak hanya ingin Blora menanam, tapi juga mengolah, memasarkan, dan menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian,” pungkas Bupati Arief.

Blora kini membuktikan bahwa petani bisa menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi daerah bukan hanya penyangga, tetapi penggerak kesejahteraan. (andiZ)