MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

15 Juli 2025,    23:43 WIB

Ketua Umum HNSI: Insiden Penembakan oleh TNI AL Bukan Ditujukan pada Nelayan Tradisional


Agn

Ketua Umum HNSI: Insiden Penembakan oleh TNI AL Bukan Ditujukan pada Nelayan Tradisional

istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, memberikan klarifikasi atas insiden penembakan yang terjadi di Perairan Tenggara Tanjung Jabung, Jambi, pada Sabtu, 12 Juli 2025. Insiden tersebut melibatkan unsur TNI AL dengan dua kapal nelayan kecil, yakni KM Aqsha dan KM Aqsha 2.

Ketua Umum HNSI: Insiden Penembakan oleh TNI AL Bukan Ditujukan pada Nelayan Tradisional

“Saya langsung berkoordinasi dengan Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, untuk memastikan fakta lapangan,” ujar Sumardjono dalam keterangannya, Selasa (15/7)

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa penembakan yang dilakukan oleh unsur TNI AL dari KRI Sutedi Senoputra (SSA-378) merupakan bagian dari tindakan hukum terhadap dugaan aksi kriminal di laut, bukan penindakan terhadap nelayan tradisional.

Insiden bermula saat KRI SSA-378 sedang melaksanakan patroli rutin dan mendapati dua kapal kecil mencurigakan yang diduga melakukan pencurian muatan batu bara dari tongkang TB Karya Pacific 2229. Saat didekati, kapal-kapal tersebut justru melarikan diri dan melakukan manuver berbahaya, bahkan mencoba menabrak kapal perang.

Lebih lanjut, salah satu anak buah kapal (ABK) terlihat mengarahkan senjata api rakitan ke arah personel Tim VBSS dari KRI. Sebagai respons, tembakan peluru karet dilepaskan untuk menghentikan kapal, menyebabkan tiga orang ABK mengalami luka ringan. Pemeriksaan medis dan hukum dilakukan secara menyeluruh, dan kondisi para ABK telah dilaporkan stabil.

“Berdasarkan hasil tes BNN, keempat ABK terbukti positif psikotropika. Kapal juga tidak memiliki dokumen yang sah. Temuan ini memperjelas bahwa kejadian tersebut bukan menyasar nelayan tradisional, tetapi merupakan penegakan hukum atas tindakan ilegal,” tegas Sumardjono.

Ia mengingatkan bahwa nelayan sejati merupakan potensi kekuatan maritim bangsa yang menjadi binaan TNI AL. Oleh karena itu, ia mengimbau para nelayan agar tidak melanggar hukum, tidak terlibat dalam narkoba, serta selalu melengkapi dokumen dan perlengkapan keselamatan saat melaut.

“Ini menjadi pelajaran penting. Mari jaga nama baik profesi nelayan. Jangan dicemarkan oleh oknum yang menggunakan nama ‘nelayan’ untuk tindakan kriminal di laut,” pungkas Sumardjono. (Agn)